Muklis Puna avatar

Poem

mukhlispuna

Published: 09 Jul 2018 › Updated: 09 Jul 2018Poem

Poem

KERETA USANG
Muklis Puna

Kereta kencana meratap di atas peron
Geraham malam mengunyah pasak- pasak besi
Gerbong sesak mendekap menguap kematian
Lokomotif di paruh waktu menjerit menuju stasiun

Orang -Orang berebut tumpangan menunggang mimpi
Dua puluh empat gerbong susut beringsut dikunyah matahari
Dari tingkap- tingkap keropos menguap nafsu serakah
Waktu dilipat dalam genggaman dan bayang bayang

Kawan....
Ini gerbong terakhir menuju stasiun tak bermalam
Sekejap mata menukar kedipan,
Satu milyar matahari dalam kotak galaksi berhamburan
Lautan mendongkrak gelombang menyapu serakah
Bumi berdenting, bintang- bintang bagai kapas dalam buaian

Gerbong terakhir semakin padat
Bayi- bayi berteriak menghalau dunia
Mereka meloncat keluar rahim

Gerbong sisa mendidih di ujung waktu
Gunung gunung meludah lahar
Catatan hidup disematkan di ujung sulbi
Gerbong terakhir tertatih menindih nasib

Lhokseumawe, 9 Juli 2018

Leave Poem to:

Written by

Hidup Jadi Indah Jika Seni Menyatu dalam Jiwa

Read more #esteem posts


Best Posts From Muklis Puna

We have not curated any of mukhlispuna's posts yet. But you can encourage our curation team to review posts by visiting them regularly and by referring other readers. Because we give priority to frequently read content.

More Posts From Muklis Puna