Diam
Diam
Bagiku hanya menahan suara
Bukan hati dan segenap rasa yang berkecamuk di dalamnya
Bukan pula otak dan segala pikiran yang meramu rencana
Hati dan otak harus merdeka bicara
Tidak perlu suara
Cukup ujung jemari saja.
Diam
Apakah maknanya berhenti setelah bergerak?
Jangan!
Itu sebentuk kalah
Lebih parah, itu kematian yang hadir lebih awal.
Lalu mengapa diam?
Menyusun langkah, agar segala sesuatu lebih tertata
Lalu semua menerima
Rela tak rela
Mereka akan bertindak serupa
Diam, hanya menahan suara
Bukan aliran rasa jiwa
Deraskan ia lewat tinta yang terbaca
Maka diammu akan semakin bermakna
Bahkan tertitip nyala dalam sanubari yang menyinta aksara.
Diam hanya senyap
Mari tetap bertindak
sumber foto pixabay
Leave Diam to:
Read more #puisi posts
Best Posts From hefa
We have not curated any of hefa's posts yet. But you can encourage our curation team to review posts by visiting them regularly and by referring other readers. Because we give priority to frequently read content.
More Posts From hefa
- Soto Sayur dari Sisa Ayam Ungkep
- Beratnya Beban Dara Barô Zaman Now
- Dari Bunyi Piring, Pujian, hingga Waktu, Banyak Hal Bisa Menyadarkanmu
- Sengatan Asam Jing yang Bikin Nagih
- Kuah Leumak
- Diam
- Kawin Lari
- Bermain Benang
- Makanan Orang Demam
- Potatoes Sticks, Resep Sederhana dan Mudah bagi Anak
- Peuleumak Eungkôt Suree ngoen Boh Jantông bersama Mak
- Meninggalkan Keluarga bersama Sewadah Cinta
- Mati Ide, Mati Gaya, Kutulis Juga
- Alir Waktu
- Cara Kami Menyambut Pasangan
- Poligami (III) : Cermin
- Masjid Kadang-kadang
- Poligami (II) : Mulai Berpikir tentang Pernikahan
- Poligami (I) : Mungkin, kalau.., padahal..
- Pilah Pilih Pengacara