PENGEKOR PAGI #penasastra1
PENGEKOR PAGI
Asap menggumpal di atas segelas kopi bersanding potongan roti.
Memancing akalmu merajai memori sekena hati.
Menyibaki lembaran demi lembaran alam hayal.
Hingga pada halaman hati yang pernah menyalahkan akal.
Otak tidak lagi berfungsi merespon lidahmu yang kelu.
Hidung tidak mempedulikan hanyirnya telur dan kopi pahit yang berpadu.
Akalmu keburu padam.
Menikam tajam hatimu yang lebam.
Kembali kau nikmati setiap tarikan dari linting tembaku.
Tiap tegukan semakin memperjelas semua.
Perihal gadis yang kau semai bunga.
Pada kerlingan mata tiga tahun silam.
Malang nian, malah orang yang menyiram.
Sebab kau dikalahkan nyali yang terlanjur tenggelam.
Kau sibuk mengutuk keberanian yang tidak kunjung kau pupuk.
Hingga pada suatu malam penuh kutuk durja.
Rahasia itu kau ungkap.
Kau paparkan padanya ayat demi ayat.
Itupun sebab dia memaksa.
Bukan melalui tutur kata.
Namun dari caranya mendekatimu sedepa demi sedepa.
Qatam sudah kau beberkan semua.
Dia menangis.
Mendengar pengakuan tulus laramu.
Tidak ada yang perlu disesali puan, ujarmu.
Menyembunyikan luka dalam segurat tawa.
Kau berpesan "tak pernah dan tidak akan pernah bunga suci tumbuh ditanah yang salah".
T. Aulia Rahman
Banda Aceh 12 Februari 2018
Leave PENGEKOR PAGI #penasastra1 to:
Read more #indonesia posts
Best Posts From Attahillah
We have not curated any of atta.albar's posts yet. But you can encourage our curation team to review posts by visiting them regularly and by referring other readers. Because we give priority to frequently read content.
More Posts From Attahillah
- Sawue Sikula [Sejuta Inspirasi Bersama Anak Negeri]
- Sunset Di Ujung Barat Indonesia
- Bantuan Hidup Dasar dan Resusitasi Jantung Paru
- PENGEKOR PAGI #penasastra1
- Secangkir pengobat rindu dihati
- Knowledge is free at our library, just bring your own container
- being yourself is better #towards the good is good
- Nasi Tumpeng di Tanah Rencong
- Penyalamatan serta bertahan hidup di air
- Kutitip asa kepada calon penurus bangsa