Obrolan Warung Kopi
Satu sudut negeri entah berantah yang berisi daerah tidak mengenal apa itu kemajuan jaman. Disetiap pagi para lelaki yang kebanyakan berkebun berkumpul seperti biasa untuk menghirup nikmatnya kopi dipagi hari. Bersama-sama seperti biasa berkumpul bercengkrama sambil membahas sesuatu hal yang sedang ramai diberitakan. Seperti biasa obrolan warung kopi tercipta, tanpa ada komando dan siapa yang tahu akan kebenaran dan darimana pembahasan itu dibawa. Selama masih hangat dan menjadi bahasan yang masih dibahas itu membuat suasana semakin hangat akan kehadiran, pandangan, nasehat, polapikir serta kelakar yang ada. Seperti biasa, begitulah kegiatan sehari-hari sebelum melakukan aktivitas yang akan dilakukan oleh mereka.
Image by Herbert Georg from Pixabay
Dilain hal, masalah yang sedang ramai dan menjadi pokok bahasan adalah masalah dari apa yang diberitakan oleh media. Tentang perang, apa yang menyulut perang terjadi, mengapa bisa terjadi perang sampai hal bagaimana mengambil sikap atas apa yang sedang terjadi.
Jika dipikirkan,entah apa tujuan akhir dan apa manfaat yang didapat akan permasalahan yang dibahas yang didapat dari media tersebut? Sedangkan yang mengalami kejadian perang sebenarnya mungkin saja tidak mereka ketahui negara mana itu dan dimana letak negara tersebut. Ironis akan bahasan yang dibahas dari media yang tidak meletakan berita pada satu poros yang sebenarnya. Hanya menyampaikan apa yang menarik dari keberadaan yang sedang terjadi kepada dunia tentang masalah perang.
Yang tersudutkan semakin disudutkan, padahal belum tentu benar disudutkan. Yang menyulut akan genderang perang dipermasalahkan akan kata disalahkan karena membuat perang terjadi. Namun sang kreator sutradara tersenyum simpul akan akibatkeberhasilan yang telah dibuatnya, untuk mengambil kesempatan dalam polemik yang terjadi. Berita dan perang, menjadi sebuah raupan keuntungan bagi media diatas kesengsaraan yang mengalami tragedi perang sebenarnya.
Kembali kepada kelompok kecil dari negeri entah berantah yang sedang asyik ikut terbawa akan suasana berita tentang masalah perang. Satu sisi, kehidupan yang dijalani jauh dari kata maju. Satu sisi jauh dari kata mengerti, namun presepsi dan ungkapan akan apa yang terjadi tetap saja tercipta dan semakin membuat hangat suasana yang ada. Jauh dari tempat mereka, yang sedang berperang dan sedang berjuang akan kata keselamatan, hanya satu pemikiran yang ada dari benak mereka semoga ini cepat berakhir. Sangat berbeda sekali dengan kondisi hangat yang sedang membicarakan keadaan mereka yang sedang berperang.
Jika telah selesai dan waktu bekerja tiba maka hilanglah semua yang dibicarakan masuk dalam koridor untuk kata mencari nafkah. Lalu apa faerah yang didapat dari semua informasi dan menjadi obrolan hangat diwarung kopi tersebut. Tidak ada, rasa iba, rasa benci, rasa sama ingin hidup damai apakah hadir akan kesadaran sebagai umat manusia. Tidak ada, karena sesudahnya mereka hanya kembali memperjuangkan kehidupan mereka sendiri.
Kalaupun ada keperdulian, hendak kemana mereka menunjukkan keperdulian mereka. Kemajuan jaman saja jauh dari kata kehidupan mereka sehari-hari, namun hal lucu yang diambil begitu membahas mereka dengan tanpa ragu menilai dengan pola pemikiran yang sebenarnya tidak mereka ketahui apakah benar atau salah mereka menilai. Inilah mengapa menjadi sebuah untaian unik sebagai kata obrolan diwarung kopi. Hanya sekedar obrolan warung kopi, yang sebenarnya tidak perduli akan hasil yang akan terjadi kedepannya. Karena bagi mereka untuk bisa merasakan kopi panas dipagi hari sambil berkumpul dan bercengkrama itu sudah merupakan anugrah yangluar biasa untuk mereka. Apakah salah mereka, tidak juga. Karena inilah keberadaan dunia yang sebenarnya, dapat terjadi dimana saja bukan hanya dari negeri entah berantah tersebut dalam raungan kisah tulisan masalah berita perang yang terjadi saat ini.
-==-
Published in English : https://read.cash/@Alther/coffee-shop-chat-89bca7a2
Leave Obrolan Warung Kopi to:
Read more #worldtoday posts
Best Posts From Alther
We have not curated any of alther's posts yet. But you can encourage our curation team to review posts by visiting them regularly and by referring other readers. Because we give priority to frequently read content.
More Posts From Alther
- Crypto Exchange Bad Behavior: When the Market Becomes the Player
- Cryptocurrencies Aligned With Islamic Principles
- The Crypto World: Vibrant Yet Shadowed by the Power Struggle
- Hive Social: The Beehive That Forgot How to Fly
- A World Between Digital and Primitive
- Bitcoin Cash: Between Freedom and Fragmentation
- Crazy times the blue continent
- “Sample It”: The Sacred Guide for Curators Who Are Never Wrong
- Mud in the Eye
- Do Not Despise