Alther avatar

Hitam Pekat

alther

Published: 04 Jun 2022 › Updated: 04 Jun 2022Hitam Pekat

Hitam Pekat

Ketika malam mulai mengisi ke bumi, tak ada yang berbeda di setiap malam yang hadir dalam kehadirannya. Semua malam sama saja. Kelabu, hitam, dan sunyi. Tapi malam selalu dirindukan oleh setiap orang yang mencintai suasana malam. Desau angin pada waktu malam. Menurut mereka, angin malam berbeda dari angin yang berhembus pada pagi atau siang hari. Angin malam lebih memberikan kedamaian, membawa suasana malam di atas tanah yang tumbuh pepohonan yang rimbun untuk menari.

Tanah yang disiang hari kering dan berdebu, tertutupi oleh gelapnya malam dan juga desah basah embun yang membasahi oleh kabut yang terbawa angin. Mungkin karena matahari telah pergi sehingga sang embun berani menampakkan diri. Mungkin juga karena merana. Bukankah embun akan sira jika terkena paparan sinar sang mentari. Pepohonan yang tumbuh menjulang adalah pasangan paling serasi? Mereka saling membutuhkan. Ketika keduanya dipisahkan, maka yang tercipta adalah kehampaan. Dan ia merasa sangat iba melihat hamparan tanah kecoklatan ituakan dipenuhi dengan runtuhnya daun kering yang mati berguguran.

Yang ada tinggal hamparan tanah yang coklat yang menampung dedaunan yang berjatuhan. Mungkin beberapa saat lagi akan berubah jadi pupuk alam yang akan memberi kesuburan bagi bumi, semua terjadi dalam detik yang terjadi walau dipenuhi kesunyian.

tree-1648524_640.jpg


Image by Siggy Nowak from Pixabay

Mereka kecewa. ketika itu dirubah dan dihabiskan atas keserahan manusia. Apakah tiada yang mengerti. Ataukah memang hanya itu yang akan menjadi hiburan setiap hari bagi manusia, meratakan dan menghilangkan. Menciptakan musim kemarau semakin kemarau meronta. Dan di musim penghujan membuat banjir melanda. Diam-diam mereka berharap semoga keserahan itu dapat pergi untuk mendatangkan musim-musim indah yang berseri.

Angin malam yang bertiup membuat lelah terobati dalam keremangan malam. Kembali menyuburkan hamparan tanah coklat yang selalu dilaluinya. Sebatang pohon kecil berdiri tegak terlena, meraih gulungan angin laksana ombak. Yang berlalu dan pergi menghampirinya. Pohon kecil itu melupakan tentang keberadaannya dengan yang lainnya, sunyi lagi dalam kesendirian malam.

Dan bahkan kerinduan sebesar gunung tak mampu memaksanya untuk mencari. Ia selalu ingin pergi. Pergi ke tempat dimana ia tak merasa seperti pohon kecil langka yang tersesat di bumi. Pergi ke tempat dimana manusia tak menganggap hidup terlalu simpel untuk dijalani dengan hal yang dipenuhi oleh nafsu dan emosi. Walau tidak ada yang bisa memaksanya tinggal, namun apa daya ia hanyalah sebatang pohon kcil yang tertinggal.

Di atas sana suasana hitam pekat. Cahaya bulan sabit tak cukup memberi cahaya. Sinarnya terhalang oleh gumpalan awan hitam berbaur dengan angin malam yang tadi berhembus syahdu kini semakin menggila. Pohon kecilitu tersenyum di tengah gelap malam. Mungkin untuk malam sesunyi itu, air hujan akan menenggelamkan batang tubuhnya dan akan menghentikan alunan suara jangkrik yang bersembunyi di balik semak-semak nun jauh disana.

-===-

Leave Hitam Pekat to:

Written by

ea170c1feb8ea055f1de2c0bb75aef543824b67db1a43f76bf45a9a9612a0ae3

Read more #hive-153476 posts


Best Posts From Alther

We have not curated any of alther's posts yet. But you can encourage our curation team to review posts by visiting them regularly and by referring other readers. Because we give priority to frequently read content.

More Posts From Alther