Gempa Bumi dan Keadilan
Pernah terjadi gempa di Madinah di zaman Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhu, maka beliau mengatakan:
يا أيها الناس ما أسرع ما أحدثتم، لإن عادت لأخرجن من بين أظهركم
"Wahai manusia, betapa cepatnya kalian melakukan berbuat dosa, seandainya gempa ini datang lagi maka aku akan keluar dari hadapan kalian (yaitu meninggalkan kota Madinah)" (Diriwayatkan Nu'aim bin Hammad di Al-Fitan hal:377, dan Al-Baihaqy dalam As-Sunan Al-Kubra 3/342)
Hadhrat Umar ra berkata:
أيها الناس ما كانت هذه الزلزلة إلا عن شيء أحدثتموه. والذي نفسي بيده لئن عادت لا أساكنكم فيها أبدًا!"
"Wahai manusia, tidaklah gempa ini terjadi melainkan karena dosa yang kalian perbuat. Demi Allah yang jiwaku berada di tangannya, jika gempa ini kembali, aku takkan mampu lagi menenangkannya selamanya".
GEMPA KARENA TIDAK ADA KEADILAN
Suatu ketika, di masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab r.a, terjadi gempa bumi. Tanah berguncang, rumah-rumah penduduk berguyang kiri ke kanan.
Umar yang saat itu berada di kota Madinah juga merasakan gempa tersebut.
Seketika itu, Umar bin Khattab r.a mengambil tombaknya, seraya ia tancapkan ke tanah dan berkata:
يا أرض اسكني، ألم أعدل عليك ؟
"Wahai bumi, tenanglah! Bukankah aku telah berlaku adil di atasmu?". Seketika itu juga gempa mereda.
(dikutip dari kitab: al-Da' wa al-Dawa' karangan Imam Ibnu al-Jauzi)
Leave Gempa Bumi dan Keadilan to:
Read more #indonesia posts
Best Posts From hendyk
We have not curated any of kikdeen's posts yet. But you can encourage our curation team to review posts by visiting them regularly and by referring other readers. Because we give priority to frequently read content.
More Posts From hendyk
- Berbuat baik kepada tetangga
- Pengaruh ruhani kawan
- Update HF Indonesia Peduli Lombok
- Hubungan sikap keras dan lisan berhikmah
- Kekerasan atas nama Islam
- Nasihat untuk para istri
- Tak ada kelebihan suatu kaum atas kaum lain
- Ibadah Haji bertujuan utama menghaluskan lisan
- Kiprah Komunitas Clean The City dalam Asian Games 2018
- Hanya Almasih yang Dijanjikan bisa menyatukan umat manusia